Desa Wisata Kota Batu dapat dana PNPM


Rp 500 Juta untuk 5 Desa Wisata di Kota Batu
Jumat, 28 Juni 2013 19:06 WIB | Editor: Parmin | Reporter : Iksan Fauzi

SURYA Online, BATU - Sebanyak lima desa wisata di Kota Batu akan diguyur dana pengembangan wisata dari pemerintah pusat melalui aliran dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Lima desa itu akan mendapatkan anggaran masing-masing Rp 100 juta, sehingga totalnya mencapai Rp 500 juta. 


Kelima desa wisata yang akan dikembangkan itu adalah, Desa Punten, Gunungsari, Bulukerto, Pandanrejo, serta Tlekung. Keliam desa ini memiliki potensi wisata berbeda. namun, untuk Desa Punten dan Gunungsari digunakan untuk percepatan desa wisata modern. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Mistin, Jumat (29/6/2013). Menurut Mistin, proposal semua desa sudah diajukan dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Saat ini, sedang menunggu pencairan anggarannya. 

“Satu lagi desa wisata yang mendapatkan adalah Desa Sumberejo. Desa ini sudah tiga kali ini mendapatkan dana PNPM. Di sana, masyarakat menggunakannya untuk pengembangan wisata petik sayur. Paket pengajuan proposal semua desa kami pada Maret 2013,” ujar Mistin. 

Ia menjelaskan, untuk potensi Desa Wisata Punten adalah petik apel, flying fox, Desa Gunungsari petik mawar, Desa Bulukerto banyak pembudidaya kelinci hias, Padanrejo petik strawberry, dan Desa Tlekung akan mengoptimalkan wisata alam Coban Putri. 
“Khsuus di Desa Tlekung akan dibuka camping ground dan tempat outbond,” katanya. 

Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan mengaku dana sebesar itu akan digunakan untuk program strawberrysasi di wilayahnya. Yakni, lebih dulu pengadaan bibit dan dibagikan kepada setiap pemilik rumah. 

Dari situ, pembudidayaan strawberry bisa dilakukan di setiap pekarangan rumah. Manan akan mewajibkan warganya untuk menanam tanaman ini. Ketika  tanaman strawberry sudah bisa berbuah, pihaknya akan mengarahkan wisatawan untuk mengunjungi rumah warga. Saat ini, di Desa Pandanrejo sudah memiliki lahan tanaman strawberry seluas 4 hektare. 

“Ketika wisatawan memetik buah strawberry itu, nanti warga mendapatkan manfaatnya juga berupa kompensasi. Atau, kami bengkitkan home industry untuk mengolah buah strawberry menjadi sari strawberry, selai, dan dodol,” harapnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar