Kamis, 14 September 2017

Meningkat 70 Persen, Peternak Sapi Perah Dusun Wonorejo Tulungrejo Lega

Para peternak di Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mengaku lega dan bangga. Pasalnya, mereka mendapat bantuan 100 ekor sapi perah dari Pemprov Jatim.
“Para peternak mendapat bantuan sapi perah dari Pemprov Jatim itu tahun 2016. Mereka lega karena selain beranak pinak juga bisa menjual susunya,” kata Kades Tulungrejo, Suliono.
Menurut dia, bantuan dari Pemprov Jatim itu kini sudah meningkat sangat signifikan. Sebab, peningkatannya mencapai sekitar 70 persen.
Sapi perah itu, kata dia, juga digulirkan pada peternak lain. Sedangkan penerima bantuan itu kata dia, ada dua kelompok.
Disebutkan seperti kelompok dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Selain itu kelompok masyarakat desa setempat.
“Bantuan itu disalurkan lewat Dinas Pertanian dan Pertanahan Kota Batu. Bahkan mereka juga yang menyiapkan fasilitas berupa Kandang Komunal,” kata Suliono.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pertanahan Kota Batu, Sugeng Pramono mengaku bangga pada para peternak. Alasannya, sapi perah bantuan itu sudah meningkat sekitar 70 persen.
“Peningkatan itu tak hanya dari jumlah sapi yang diternak. Tapi juga produksi susu yang diperah,” kata dia.
Hasil susunya itu tutur dia dikirim ke dua lembaga. Di antaranya ke KUD Kota Batu dan Koperasi Margi Rahayu.
Sedangkan anak sapi yang dihasilkan, kata dia, digulirkan ke peternak lain yang belum dapat bantuan. Makanya dia berharap agar para peternak bisa merawat dan mengembangkan sapi bantuan tersebut dengan baik.
Selain itu dia berjanji akan berkoordinasi dengan instansi lain seperti Dinas Lingkungan Hidup. Tujuannya untuk mengelola limbah sapi itu agar memberikan manfaat.
Limbah sapi itu kata dia bisa dikelola menjadi biogas dan lainnya. “Karena itu kami juga akan koordinasi dengan Diskoperindag Kota Batu sehingga bisa menjadi pariwisata edukasi ternak,” terangnya.
Sumber : https://surabayapost.net

Rabu, 13 September 2017

Pagupon Raksasa di Wana Wisata Coban Talun

Jika anda ingin merasakan sensasi menginap di rumah pagupon atau kandang merpati yang berada di tengah-tengah hutan? Penginapan seperti itu mungkin hanya ada di Wanawisata Coban Talun Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo  Kota Batu.
Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Coban Talun, sebagai penggagas sekaligus pengelola penginapan unik itu, menyematkan nama tersebut. Sebab, bentuknya memang mirip pagupon, dengan ukuran yang lebih besar.
Satu unit rumah pagupon berukuran lebar sekitar 3 meter, tinggi 3 meter, dan panjang 4 meter. Interiornya bisa menampung satu kasur kecil plus meja. Sehingga, kamar mini ini bisa menampung hingga tiga orang dewasa di dalamnya.
Anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Coban Talun Kelompok Wisata Roy Teguh mengatakan, total keseluruhan terdapat sepuluh rumah pagupon. Dan seluruhnya memang untuk disewakan kepada para wisatawan, kata dia.
Ia menambahkan, bahwasanya untuk harga sewa rumah pagupon bisa dibilang terjangkau. Yakni, berkisar Rp 300-400 ribu per malamnya. Sementara untuk fasilitas kamar pagupon VIP, dilengkapi dengan televisi.
Meski tergolong minimalis, menginap di rumah pagupon bisa membuat pengunjung merasakan sensasi kedekatan dengan alam, yang mungkin tak ditemui di penginapan lain.
Sumber : http://malang-news.com

Mbois, Coban Talun Di Kota Batu, Jadi Spot Syuting Film FTV Jakarta

Sutradara muda Casko Wibowo dan aktor film Aliff Alli, kini tengah disibukkan dengan menggarap film FTV Perdana mereka, dengan judul ‘Pangeran Hati’. Wahana wisata Coban Talun yang berada di Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo Kota Batu ini, adalah salah satunya tempat yang dipilih oleh mereka berdua untuk syuting FTV Perdananya. Minggu (20/9/17).
Mereka berdua merasa sangat tertarik dengan wahana wisata tersebut, untuk dijadikan salah satu lokasi syuting FTV yang tengah digarap. Menurutnya panorama yang Indah udara yang dingin dan sejuk, pemandangan yang bagus serta dikelilingi pepohonan dan rerumputan yang hijau. Begitu juga dengan suasana alamnya yang masih alami, sehingga sangat pas dan cocok dengan cerita film FTV yang sedang mereka garap itu.
“Senang banget udaranya dingin dan segar, dan ceritanya dapet untuk yang pencarian itu. Jadi kita gak satu lokasi saja, harus ada variasinya, ke desa, ke hutan. kalau buat desa sih kita pinginya yang maksimal. Kota Batu itu pilihan kita, karena ada air terjunnya, gunungnya semua adalah pas dan sesuai yang kita inginkan,” kata Aliff Alli. Senin (11/9/17).
‘Pangeran Hati’ adalah judul FTV Perdana mereka, yang dibuat serta diproduseri oleh Casko Wibowo, Aliff Alli, dan Azam Syukrilla. Dan disutradarai oleh sutradarai oleh Sanjeev Kumar. Jadi FTV produk pertama ini benar-benar digarap semaksimal mungkin.
Begitupun dengan para pemain filmnya, sengaja mereka memilih artis dan aktor yang terkenal di FTV, ada enam pemeran yang terkenal yakni, Chan Kelvin dan Rusana Dewe sebagai pemeran utama, Erwin Kontes dan Tasman Taher adalah pemain senior, Evelina, Nanda Anjalin, dan Sella Marsel sebagai pemeran antagonis.
Harapan dibuatnya FTV Perdana ini, untuk kedepanya lebih sukses, supaya bisa terus untuk memproduksi film FTV-FTV lagi yang Bagus buat Indonesia.
“Ya pinginya sih bisa sukses, supaya bisa terus memproduksi lagi,” pungkas Casko Wibowo.
Ada sekitar 15 adegan yang diambil, salah satunya di lokasi air terjun Coban Talun, untuk adegan romantisnya Icha dan Ochi, adegan lainya, seperti di hutan Coban Talun ada adegan penculikan, ceritanya dia lagi marahan sama pangerannya.
Tokoh pangeran yang dimainkan oleh, Chan Kelvin sebenarnya menceritakan seorang supir travel yang berada di Surabaya, Batu Malang dan sekitarnya. Kayak si Dhea dari Jakarta yang punya orang tua tiri dan dijodohkan, lalu dia kabur ke Surabaya mencari neneknya. Jadi satu-satunya keluarga kandungnya itu ya, neneknya. Pada akhirnya dia mencari neneknya yang ada di Surabaya.
Akan tetapi Dhea kesulitan dan tidak tahu lokasi tempat tinggal neneknya itu, ia bahkan tanya ke sana kemari akhirnya pihak hotel ngasih referensi, supaya mencari yang namanya Pangeran. Sebab, Pangeran itu tahu. Kata petugas hotel. Kemudian secara tidak sengaja disaat mencari neneknya, dia ketemu sama Pangeran dan pada akhirnya jodohnya dia di situ.
Lalu Pangeran membantu untuk mencari neneknya, dalam perjalanan pencarian tersebut banyak muncul konflik. Ada dramanya, komedinya, percintaannya dan di sanalah muncul percintaan mereka dan Pangeran Hati, sampai dia bertemu dengan neneknya. 
Sumber : http://malang-news.com

Artis FTV : Wisata Coban Talun Punya Kesan "Hystori"





















Coban Talun salah satu tempat wisata Kota Batu yang mempunyai kesan history tersendiri, sebab, selain dibuat spot syuting film oleh selebriti papan atas. Wisata Coban Talun yang terletak di Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo Kota Batu, juga banyak diminati oleh para fotografer untuk hunting foto dan juga sudah kerap beberapa kali dipakai untuk event foto model dan Preweding. Rabu, (13/9/17).
Hal tersebut diakui oleh selebriti muda Casko Wibowo & Aliff Alli aktor film FTV yang juga seorang produser muda ini. Dirinya mengatakan, “Kami memang sengaja memilih lokasi Coban Talun untuk kami jadikan salah satu spot syuting FTV Perdana kami, karena di sini ada nilai history tersendiri “ungkap mereka.
Dengan dipilihnya lokasi Coban Talun untuk syuting FTV, Kepala Desa Tulung Rejo Suliono mengucapkan banyak terima Kasih sekaligus mengapresiasi, karena sudah memilih spot yang ada di Desa ini, serta sudah membantu untuk menjunjung nama wisata coban talun yang ada di Desa tersebut. Dan pastinya nanti akan lebih dikenal di seluruh Indonesia.
“Ya, saya sangat berterimakasih sekali, khususnya untuk mereka selebriti muda Casko Wibowo dan Aliff Alli beserta seluruh crew FTV yang sudah menjadikan spot Coban Talun ini untuk syuting FTV perdananya itu, ucap Suliono, Rabu (13/9/17).
Oleh karena itu, dia juga berharap dan mengajak kepada semua elemen warga masyarakat sekitar untuk ikut serta menjaga dan merawat sekaligus melestarikan tempat wisata coban Talun, terutama tempat wisata petik apelnya juga. Sebab hanya satu-satunya di Kota Batu ini yang ada wisata petik apelnya.
“Semoga saja tempat wisata coban Talun dan wisata petik apel yang ada di Desa Tulung Rejo ini, untuk kedepannya akan lebih terkenal dan ramai dikunjungi oleh para wisatawan dari dalam Kota maupun luar Kota, sehingga lebih dikenal di seluruh Indonesia,” ujar Suliono. (Ris)
Sumber : http://malang-news.com/

Selasa, 12 September 2017

Gus Ipul: KIM Akan Hapus Kesenjangan antara Desa dan Kota

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di pelosok-pelosok pedesaan dengan teknologi yang dimilikinya, akan menghapus kesenjangan antara desa dengan kota. Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat membuka pekan KIM yang digelar di Candra Wilwatikta Pandaan Kabupaten Pasuruan, Selasa (12/9/2017) siang.

“KIM akan menghapus kesenjangan antara desa dan kota. Karena melalui KIM bisa menyampaikan informasi yang dimilikinya langsung ke warga-warga desa. Bahkan dengan pembangunan jalan-jalan tol, semua wilayah di Jatim akan jadi kota,” ujar Gus Ipul dalam sambutannya.

Menurutnya, dengan teknologi yang berkembang pesat, tentunya kecepatan informasi menjadi faktor terpenting untuk jadi pemenang. Dan adanya KIM memberikan peluang masyarakat pedesaan, untuk jadi pemenangnya.

"KIM yang merupakan revitalisasi dari Kelompencapir (Kelompok Pendengar Pembaca dan Pemirsa) saat jaman Orde Baru lalu, memiliki peran vital di masyarakat pedesaan. KIM bisa memberikan berbagai informasi penting kepada warga desa, termasuk masalah pemberdayaan ekonomi warga," ucapnya.

Lebih lanjut Gus Ipul menambahkan, untuk jadi pemenang, bukan karena kekuatan besar dan kecil. Melainkan yang dapat informasi lebih dulu itu yang bakal jadi pemenangnya. 

"Adanya KIM, warga desa bisa mengakses informasi dengan cepat, baik berbagai masalah maupun peluang-peluang usaha. Selain itu, dengan banyaknya sebaran jumlah KIM di Jatim yang mencapai lebih dari 300 kelompok, juga diharapkan bisa menangkis hoax (berita bohong) yang beredar di masyarakat," tandasnya.

Untuk sekedar diketahui, dalam Pekan KIM tersebut, juga digelar pameran produk-produk ekonomi kreatif warga dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sumber : http://m.beritajatim.com