Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Ulah Pemburu Burung

BATU- Sekitar 150 hektar hutan di Gunung Arjuna perbatasan dengan Welirang, sudah dilalap si jago merah dalam sepekan ini. Areal hutan seluas itu masuk wilayah Kota Batu, Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Namun kobaran api yang berada di wilayah kota ini, sudah lebih dulu dipadamkan.
Ketua BPBD Kota Batu, Sasmito mengatakan bahwa BPBD aktif menyertai pihak Kehutanan untuk menjinakan murka si jago merah itu utamanya yang masuk kawasan Tahura R. Soerjo. “Petugas dari Tahura masih berada di atas
(gunung) melakukan pemadaman di wilayah lain. Di kawasan Kota Batu sendiri, 100 persen sudah padam dan semoga tidak ada percikan api lagi,”ujarnya.
Menurut mantan guru ini, hampir 50 hektare kawasan hutan di Kota Batu sudah terbakar. Sulitnya memadamkan lantaran barengan dengan musim kemarau, ditambah minimnya jumlah petugas plus beratnya jangkauan lokasi.
Asal muasal api,  disebabkan orang-orang memburu burung yang  membakar semak belukar dengan niat untuk menghangatkan badan. Kemudian api yang ditinggalkan begitu saja,  terus menjalar meludeskan hutan.“ Pemburu burung ini melarikan diri belum tertangkap, lantaran petugas gabungan masih fokus memadamkan api,”jelasnya kepada Malang Post.
Petugas BPBD Kota Batu, Abdur Rohim menyebut bahwa upaya pemadaman sangatlah sulit lantaran keterbatasan alat yang digunakan. Beruntung api dapat dipadamkan, meski diwilayah lain api maish berkobar.
Rohim juga mengingatkan, tidak menutup kemungkinan kebakaran bakal terjadi. Karena ada beberapa titik yang telah berhasil dipadamkan, namun masih mengepulkan asap. Apalagi kondisi hutan mulai kering, maka sangat rentan terbakar. “Kami tetap waspada dan siap siaga,’’papar Rohim.
Dia mengajak masyarakat lebih hati-hati dan jangan sembarangan menyalakan api di hutan, karena dampaknya sangat fatal dan bisa-bisa menghabiskan seluruh kawasan hutan lindung. “Kesadaran masyarakat sangat diharapkan, masuk hutan boleh tapi jangan sambil bakar-bakar,”tegasnya. Malang Post (mik/lyo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar