Selamatan Desa Tulungrejo diadakan 7 November 2014



MUSYAWARAH DESA TULUNGREJO
Rabu 10-9-2014
Acara    : pembahasan Selamatan Desa Tulungrejo
Dihadiri : Kades, Sekdes, Pimpinan BPD (Ketua & Sekretaris), LPMD, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Kesenian, dll
Waktu : 15.45 sd 17.15

Pembawa acara Sekretaris desa Subagyo :
Musyawarah membahas akan diadakan selamatan desa di Bulan Suro bagaimana baiknya dikemas.

Sambutan Kepala desa Tulungrejo Suliono :
Banyak yang tidak hadir berarti yang ngak hadir dari undangan ini dianggap menyetujui hasil musyawarah desa. Jangan ada usulan setelah musyawarah diadakan. Kepala Dusun Gondang sedang
ikut study banding ke Vietnam. Biarpun yg hadir sedikit Selamatan Desa tetap dilanjutkan musyawarahnya. Yang penting yang hadir pada sore ini setuju. Anggaran Selametan desa dianggarkan Rp 50jt dulu sudah dianggarkan dari  PADes (Pendapatan Asli Desa) Rp 15 jt, jumlah  Hippam di Desa Tulungrejo ada 13 kelompok masing-masing dikenakan @ Rp 1jt  jumlah  13 jt, yang punya kebun apel  orang dari luar desa diperkirakan bisa minta sumbangan 10 jt dan dari para pengusaha yang ada di Desa Tulungrejo diperkirakan mendapatkan Rp 12 jt.
Penggunaan Anggaran antara lain untuk konsumsi  Rp 30jt,  yang memasak diserahkan kepada  PKK Desa Tulungrejo. Sembelih 1 ekor sapi semua warga Tulungrejo diundang. Tiap RW dibantu Rp 500.000.- untuk membuat tumpeng dikirab. Semua masjid, gereja, pura dibantu Rp 500.000 untuk selametan dan berdo'a bersama ditempat ibadah. Kesenian bantengan harus tampil. Subsidi Rp 500.000 itu untuk kirab tumpeng. Tumpeng agar tiap RW berbeda-beda ada yang berupa tumpeng  nasi, tumpeng buah, dan  polo pendem. Malam tasyakuran agar semua hadir supaya semuanya selamat. Karnaval setahun sekali, kalau di adakan di bulan Suro,  Agustusan tidak usah diadakan karnavalan. Yang membuat permasalahan ya orangnya sendiri. Ojo nanggap kesenian apik kalau dari luar desa sendiri pesertanya. Selanjutnya dipersilahkan Ketua BPD menyampaikan pendapatnya.

Ketua BPD Tulungrejo Bambang Eko Pribadi:
Konsep selamatan desa yang disampaikan oleh Kepala desa Tulungrejo, kelihatannya yang hadir sudah pada  setuju. Konsep mudah diucapkan tapi prakteknya sulit untuk dilaksanakan. Prakteknya dilakukan oleh panitia yang akan dibentuk. Harusnya ada  POAC yaitu  planning, organizing, Actuating, dan  Controlling.
Harusnya dikonsep dulu dengan Pemerintahan desa tidak dikonsep oleh Kepala desa sendiri. Dulu sudah dianggarkan konsep Selametan desa dari PADes sebesar Rp 15jt karena banyak factor antara lain  karena perkembangan dusun anggaran bergilir. Kekurangan dana dipungut  dari  Hotel, Villa dll. Bentuk kegiatannya apa? Harusnya ditata dulu. Masyarakat harus menampilkan keseniannya karena sudah ada ADD (Alokasi Dana Desa). Intinya musyawarah ini menurut Kepala desa hanya selametan makan enak sambil berdo'a, hiburan diserahkan pada panitia bentuk konsepnya. BPD melihat aspirasi masyarakat. Kalau masyarakat setuju BPD tentunya menyetujui. Harapan yang hadir mendukung membentuk kepanitiaan. Minimal sore ini kebentuk panitia, konsep kegiatan & anggarannya. Kalau sudah terbentuk panitia agar segera rapat koordinasi. Panitia supaya diberikan kewenangan penuh.
Konsumsi bisa ditanggung bareng, anggaran uang untuk kegiatan saja. Dulu sebelum karnaval ada gerak jalan sampai balai desa makan bersama. Entah konsep tahun ini seperti apa? Silahkan dirumuskan oleh Panitia yang terpilih.

Ketua LPMD Tulungrejo Sunaji :
Dari penjelasan Kepala desa & Ketua BPD kesimpulan yang hadir pada setuju diadakan Selametan Desa, biasanya tiap dusun dilaksanakan agustus. Saat ini dilaksanakan Suroan tiap tahun bentuknya  bisa mewah dan bisa sederhana. Mengharapkan  desa selamat beserta penghuninya. Anggaran Rp 50jt sudah dianggap positive dari PADes, petani penggarap & Hippam. Setuju dengan 2 kegiatan yaitu tasyakuran seluruh perwakilan warga kalau bisa  hadir semua sangat bagus. Kedua setuju kalau ada penampilan seni budaya ditampilkan bergantian atau karnaval seni budaya desa Tulungrejo.
Segera ditentukan hari H pelaksanaan & membentuk  kepanitiaannya.

Kepala desa Suliono : hari pelaksanaan menurut Mbah Martorejo tirakatannya dilakukan pada  malam Kamis Kliwon di bulan Suro, kalau tidak ada Kamis Kliwon di bulan Suro dicari hari yang terbaik. Tgl 12 Suro atau 7 November 2014 yang penting ada pasaran Kliwon. Panitia bisa dipilih sendiri atau ditunjuk saja. Keputusan rapat Ketua Panitia ditunjuk saja oleh Kepala Desa nanti kelengkapan Susunan Panitia agar dilengkapi oleh Ketua terpilih dan Sekretaris Desa.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar