Penderita HIV AIDS di Kota Batu Semakin Meningkat



Agus Salim Sekretaris  Komisi Penanggulangan HIV AIDS Kota Batu sebagai Narasumber dalam acara Sosialisasi Mengenal dan Menanggulangi HIV AIDS yang disampaikan kepada Pengurus KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Se Kota Batu bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Informatika Kota Batu.  Bertempat di Balai
Desa Sumberejo pada Kamis 4 September 2014 mengharapkan semua pengurus KIM Se Kota Batu agar ikut menyampaikan kepada masyarakat di desa kelurahan masing-masing agar membantu Program Penanggulangan HIV AIDS di Kota Batu.
Mengingat sejak tahun 2003 hingga tahun 2013 jumlah penderita HIV  AIDS di Kota Batu ada 114 orang, dari jumlah tersebut  yang telah meninggal dunia 44 orang, dan yang masih bisa bertahan hidup sejumlah 70 orang. Peningkatan penderita HIV AIDS di Kota Batu tahun 2014 ini dimungkinkan akan semakin bertambah jumlahnya. Hal ini dikarenakan adanya penutupan Lokalisasi Dolly, Jarak, Kembang Kuning  yang  berada di Kota Surabaya.
Sejak Kota Batu dicanangkan sebagai Kota Wisata, tentunya bisnis esek-esek juga ikut berkembang meskipun tidak ada data resmi mereka berada disatu tempat dengan pengawasan Dinas Kesehatan yang intensif. Informasi sementara yang disampaikan oleh Agus Salim akibat tutupnya lokalisasi di Surabaya ini kota Malang kebanjiran 300 orang PSK yang beroperasi dijalanan Kota Malang.
Mengharapkan kepada Pemerintah Desa atau Kelurahan beserta jajarannya hingga Ketua RW serta Ketua RT agar menginformasikan kepada Dinas kesehatan Kota Batu apabila melihat warga atau tetangganya yang menderita infeksi HIV AIDS agar segera mendapatkan perawatan dan pengobatan. Saat ini perawatan HIV AIDS di Kota Batu dipusatkan di Puskesmas Beji.


Data Perkembangan Kasus HIV AIDS di Kota Batu :
Tahun
Jumlah
Meninggal dunia
Bertahan Hidup
2003 s.d 2010
66
23
43
2003 s.d 2011
73
26
47
2003 s.d 2012
92
36
56
2003 s.d 2013
114
44
70


Tidak ada komentar:

Posting Komentar